Minggu, 29 November 2015

Deskripsi

Deskripsi ini jenis karangan yang berisi lukisan.
Dapat saja melukiskan tempat, pelaku atau orang.
Alat yang dipakai untuk melukiskan:
mata
hidung
telinga
kulit
lidah

Kisi-kisi UAS Tk I 2015/2016


Nomor
Materi
Indikator
1
Memahami bacaan
Memahami isi bacaan
2
Menentukan tujuan penulisan
3
Masalah utama bacaan
4

Memahami Isi bacaan
5

Resume bacaan
6

Memahami Isi bacaan
7

Memilih kata umum/ kata khusus
8

Memahami bentuk karangan
9

Memilih penulisan yang tidak benar
10

Memilih penulisan istilah yang salah
11
Fungsi bahasa
Sebagai bahasa Negara
12

Menyatakan fungsi bahasa
13

Sebagai alat ekspresi
14

Sebagai alat integrasi
15
EYD
Penulisan huruf capital
16

Penulisan tanda titik
17
Pembentukan kata
Pembentukan kata berimbuhan
18

Imbuhan gabung
19
Makna kata
Kata bersinonim
20

Kata umum kata khusus
21
Kalimat
Kalimat aktif
22

Mengubah kalimat aktif menjadi pasif
23

Penulisan kalimat yang benar
24

Penulisan kalimat yang salah
25

Penulisan kata pada kalimat
26
Kalimat efektif
Penggunaan daripada
27

Penggunaan para
28

Penggunaan yang mana
29

Penggunaan apa namanya
30

Penggunaan kepada yth
31
Paragraf
Membaca paragraf induktif
32

Membaca paragraf deduktif
33

Silogisme menemukan PK
34

Silogisme: menemukan PU
35
Bentuk paragraf
Menemukan amanat narasi
36

Menentukan bukti pernyataan
37

Menentukan karangan narasi
38

Menentukan deskripsi pelaku
39

Menentukan deskripsi penyakit
40

Menentukan karangan generalisasi




41

Menentukan yang bukan kalimat penjelas
42

Menentukan karangan eksposisi proses
43

Menentukan karangan analogi
44

Menentukan bentuk karangan
45

Menentukan kalimat utama
46

Menentukan jenis paragraf
47

Menentukan kalimat utama
48

Menentukan jenis karangan
49

Menentukan kalimat utama
50

Menentukan resume  paragraf
51

Menentukan ide pokok
52

Menentukan bentuk paragraf
53

Menentukan ajakan
54

Menentukan jenis paragraf
55

Menentukan pararaf yang bukan argumentasi
56
Proposal
Menentukan pengertian proposal
57

Menentukan struktur proposal
58

Menentukan persyaratan laporan
59

Menentukan struktur laporan
60

Menentukan kerangka proposal

Minggu, 15 November 2015

Karangan Argumentasi

Pengertian
Paragraf argumentasi adalah suatu paragraf yang berisi pendapat atau ide perseorangan yang diserati dengan alasan, bukti dan contoh yang kuat untuk meyakinkan pembacanya agar meyakini kebenarannya dan memiliki pendapat yang sama tentang suatu pokok bahasan dengan pendapat penulisnya. 

Paragraf argumentasi merupakan hasil dari pemikiran yang logis dan kritis. Oleh karena itu, pendapat-pendapat yang dikemukakan dalam paragraf harus sesuai dengan fakta-fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dari buku, hasil wawancara atau angket dan hasil penelitian. Dikarenakan tujuan utamanya yang ingin meyakinkan pembacanya, alasan yang digunakan harus logis dan kuat.

Karakteristik paragraf argumentasi

Paragraf argumentasi memiliki beberapa karaktersistik yang tidak dapat ditemukan dalam paragraf lain. 
Berikut ini adalah karakteristik paragaf argumentasi:


1. Kalimat utama berupa suatu pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh penulis. Pendapat yang disampaikan biasanya berupa suatu hal yang menarik pembacanya dan menciptakan kontroversi di dalam masyarakat.


2. Disertai dengan kalimat-kalimat penjelas berupa alasan yang kuat dan didukung oleh fakta, contoh, data statistik, grafik untuk lebih meyakinkan pembacanya.


3. Diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang logis dan berlandaskan gagasan utama yang disampaikan di awal kalimat.

Membuat paragraf argumentasi tidaklah sulit, 
Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa memudahkan Anda dalam membuat paragraf ini.

1. Tentukanlah tema yang ingin Anda angkat di dalam tulisan. Usahakan untuk mengangkat tema yang sedang hangat agar pembaca tertarik untuk membacanya.


2. Setelah mendapatkan tema atau topik bahasan, buatlah daftar pendapat yang beralaskan data dan fakta yang bisa dikembangkan.


3. Setelah itu tuangkanlah ide atau pendapat Anda kedalam sebuah paragaraf argumentasi. 

Contoh paragraf Argumentasi
Di bawah ini adalah contoh-contoh paragaraf argumentasi tentang kesehatan, lingkungan dan pendidikan.

1. Paragraf Argumentasi tentang Kesehatan

Kebiasaan merokok dapat mengantarkan Anda kepada kematian. Sudah banyak sekali korban yang meninggal akibat merokok. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan setiap 10 menit sekali ada orang yang meninggal akibat rokok di Indonesia. Memang efek kematian yang disebabkan oleh rokok tidak bisa dirasakan langsung oleh perokok melainkan butuh waktu yang lama hingga bebeapa tahun. Menurut dr. Aria Nugraha, Asap yang dihisap oleh perokok akan menggerogoti organ pernafasan mereka seperti paru-paru tenggorokan dan lain-lain sehingga menyebabkan beberapa penyakit seperti Bronchitis, serangan jantung, dan gangguan kehamilan pada ibu yang sedang mengandung. Semakin lama asap yang mereka hirup akan semakin mempercepat proses itu. Lalu mengapa rokok sangat berbahaya? Di dalam sebuah batang rokok terdapat zat-zat kimia yang berbahaya seperti racun, pemutih lantai dan bahkan bahan bakar roket. Tidak hanya batang rokok saja yang berbahaya, asap dan Tar juga bisa menyabakan kanker karena kandungan nikotinnya yang sangat berbahaya bagi tubuh kita. Oleh karena itulah merokok bisa menyebakan kematian karena rokok dapat menyebakan berbagai macam penyakit yang bisa mematikan Anda. 

2. Paragraf Argumentasi tentang Lingkungan

Alam sepertinya sudah tidak bersahabat lagi dengan kita. Hampir setiap hari kita mendengar atau menyaksikan tentang bencana alam seperti longsor, banjir, gempa bumi, gunung meletus, kekeringan dan kebakaran hutan. Bencana-bencana tersebut telah banyak memakan korban jiwa dan harta. Lalu mengapa bencana alam sering terjadi? Jika kita introspeksi diri, kebanyakan bencana alam yang terjadi khususnya banjir, longsor dan kebakaran hutan dikarenakan oleh ulah kita sendiri yang tidak perduli dengan lingkungan kita. Contohnya adalah kebiasaan kita yang sering membuang sampah sembarangan seperti di kali akan menyebakan banjir. Speti halnya di ibu kota, menurut Pemda DKI Jakarta, sungai-sungai di DKI telah banyak mengalami pendangkalan sehingga banjir sering menerjang kota ini pada saat musim hujan. Contoh lainnya adalah bencana longsor yang terjadi satu bulan yang lalu di Desa Sukamaju adalah akibat hutan yang ditebang sembarangan oleh masyarakat atau penebang liar sehingga pada saat hujan, ribuan kubik tanah mengubur perkampungan mereka bersama harta benda dan sebagian nyawa. Berdasarkan contoh-contoh diatas, sudah jelas bahwa alam sudah tidak lagi ramah karena kita tidak peduli lagi akan lingkungan kita.

3. Paragraf Argumentasi tentang Pendidikan

Pendidikan Usia Dini (PAUD) sangat krusial bagi anak khususnya anak-anak di bawah umur 5 tahun. Hal ini disebabkan karena pada masa inilah otak mereka sedang mengalami masa aktif yang sangat tinggi sehingga mereka akan lebih mudah mengerti dan mengingat apa yang mereka pelajari. Menurut beberapa ahli, usia tersebut disebut dengan golden age. Pada usia inilah waktu yang tepat untuk memeperkenalkan ilmu pengetahuan kepada mereka. Bahkan menurut seorang ahli anak, mereka akan lebih cepat dalam menguasai suatu bahasa asing. Hal ini juga diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakuakan terhadap seratus orang anak di bawah umur 5 tahun. 40 dari 100 anak yang mengikuti PAUD sebelum masuk ke TK memiliki nilai yang bagus dan sangat aktif dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, Menyekolahkan Anak-anak di PAUD sebelum masuk TK sangatlah penting untuk dilakukan.

Selasa, 08 Oktober 2013

Pengembangan Paragraf

Pengertian Paragraf
Paragraf itu apa si?

Paragraf adalah himpunan kalimat yang berisi satu ide/ gagasan. Himpunan kalimat itu berupa kalimat inti atau kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat penjelas selalu mendukung kalimat utama. Ide / gagasan utamanya itu dapat diletakkan di begian awal atau di bagian akhir.

Ada berapa macam paragraf?
Secara garis besar ada dua. Paragraf induksi dan paragraf deduksi.

Apa itu paragraf induksi?
Paragraf induksi adalah paragraf yang kalimat intinya atau kalimat utamanya terdapat di  akhir paragraf. Sehingga dalam menuliskan paragraf induktif kita harus menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus. Ya banyak peristiwa dahulu disebutkan baru menarik kesimpulan secara umum di akhir paragraf. Jadilah paragraf induksi yang induktif.

Ciri-ciri Paragraf Induktif
Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Jenis Paragraf Induktif :
  • Generalisasi
  • Analogi
  • Klasifikasi
  • Perbandingan
  • Sebab akibat
1. Sebab akibat
2. Akibat sebab
3. Sebab akibat 1 akibat 2
Membaca Paragraf Generalisasi
Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.
A.S. Broto (ed.)
Pengertian Paragraf Generalisasi
General = umum
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
Membaca Paragraf Analogi
Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak.
Lanjutan Contoh Paragraf Analogi
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
Pengertian Paragraf Analogi
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Membaca Paragraf Sebab Akibat
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
Pengertian Paragraf Sebab Akibat
Paragraf hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Membaca Paragraf Akibat Sebab
Hasil panen para petani di Desa Cikaret hampir setiap musim tidak memuaskan. Banyak tanaman yang mati sebelum berbuah karena diserang hama. Banyak pula tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik.
Bukan itu saja, pengairan pun tidak berjalan dengan lancar dan penataan letak tanaman tidak sesuai dengan aturannya. Semua itu merupakan akibat dari kurangnya pengetahuan para petani dalam pengolahan pertanian.
Pengertian Paragraf Akibat Sebab
Paragraf hubungan akibat sebab adalah paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan.
Membaca Paragraf Sebab – Akibat 1 Akibat 2
Baru-baru ini petani Cimanuk gagal panen karena tanaman padi mereka diserang hama wereng. Peristiwa ini menelan kerugian ratusan juta rupiah. Selain itu, distribusi beras ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung terganggu.
Contoh Paragraf  Sebab Akibat 1 Akibat 2
Pasokan beras di pasar tradisional pun semakin lama semakin menipis sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan beras. Hal ini mendorong pemerintah untuk melakukan impor beras dari negara tetangga dengan harapan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pangannya selama menunggu hasil panen berikutnya.
Pengertian Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2
Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul beberapa akibat.
Contoh Soal-soal Paragraf Induktif
1. Setelah diadakan peninjauan ke Desa Pekayon Bekasi, diketahui persentase penggunaan listrik di RW 01 desa tersebut sebanyak 90%. Rumah penduduk yang telah menggunakan listrik, di RW 02 sebanyak 95%, RW 03 sebanyak 100%, dan RW 04 sebanyak 85%. Boleh dikatakan, di Desa Pekayon 92% rumah penduduk sudah menggunakan listrik.
Kalimat yang merupakan kesimpulan paragraf tersebut adalah …
a. Boleh dikatakan, di Desa Pekayon 92% rumah penduduk sudah menggunakan
listrik.
b. Setelah diadakan peninjauan, di Desa Pekayon diketahui penggunaan listrik
92%.
c. Rumah penduduk di RW 03 Desa Pekayon telah menggunakan listrik
sebanyak 100%.
d. Rumah penduduk di Desa Pekayon Bekasi pada umumnya sudah menggunakan listrik.
e. Listrik telah digunakan oleh penduduk Desa Pekayon Bekasi sebanyak 92%.
2. Gagasan utama paragraf tersebut adalah…
peninjauan listrik di Desa Pekayon
aliran listrik di lingkungan Desa Pekayon
penggunaan listrik di lingkungan penduduk
penggunaan listrik di rumah penduduk Pekayon
cara menggunakan listrik di Desa Pekayon
Contoh soal
3. Kalau Anda gemar fotografi, tentu Anda mengenal dengan baik cara kerja kamera. Pada dasarnya proses pembuatan foto yang dilakukan kamera sama dengan proses melihat pada mata. Pada mata, sinar yang yang dipantulkan oleh benda masuk melalui pupil. Kemudian dengan daya akomodasinya, lensa mengarahkan sinar itu agar tepat mengenai retina.
Retina gambar benda itu sudah ada, hanya tinggal dicetak di otak. Begitu pula, dengan kamera foto, sinar masuk melalui diafragma, dan difokuskan oleh lensa ke film. Gambar yang telah ditangkap film, kemudian dicetak di atas kertas. Baik kamera maupun mata tentu ada penciptanya dan sangat sayang terhadap ciptaannya.
Hal yang dibandingkan pada paragraf tersebut adalah…
a. fotografi dengan kamera
b. mata dengan kamera
c. melihat dengan memfoto
d. pupil dengan kamera
e. otak dengan lensa kamera
Lanjutan contoh soal
4. (1) Kalau Anda gemar fotografi, tentu Anda mengenal dengan baik cara kerja kamera. (2) Pada dasarnya proses pembuatan foto yang dilakukan kamera sama dengan proses melihat pada mata. (3) Pada mata, sinar yang yang dipantulkan oleh benda masuk melalui pupil. (4) Kemudian dengan daya akomodasinya, lensa mengarahkan sinar itu agar tepat mengenai retina.
(5) Retina gambar benda itu sudah ada, hanya tinggal dicetak di otak. (6) Begitu pula, dengan kamera foto, sinar masuk melalui diafragma, dan difokuskan oleh lensa ke film. (7) Gambar yang telah ditangkap film, kemudian dicetak di atas kertas. (8) Baik kamera maupun mata tentu ada penciptanya dan sangat sayang terhadap ciptaannya.
Kesimpulan paragraf tersebut terdapat pada kalimat … .
a. pertama
b. ketiga
c. kelima
d. ketujuh
e. kedelapan
5. (1) Sejak kecil aku gemar menari. (2) Aku sering diajak ayah ke sanggar tarinya. (3) Tidak jarang ayah mengajariku menari bersama murid-muridnya. (4) Di samping itu, ayah mengajariku tentang kesabaran dan disiplin dalam hal menari. (5) Karena itu, saya berhasil menjadi salah seorang penari nasional.
Kalimat yang berupa akibat pada paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor…
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
6. (1) Sejak kecil aku gemar menari. (2) Aku sering diajak ayah ke sanggar tarinya. (3) Tidak jarang ayah mengajariku menari bersama murid-muridnya. (4) Di samping itu, ayah mengajariku tentang kesabaran dan disiplin dalam hal menari. (5) Karena itu, saya berhasil menjadi salah seorang penari nasional.
Kalimat utama paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor …
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelimat
Beberapa hari dalam seminggu Bastian selalu bolos. Banyak pelajaran yang ketinggalan. Ketika ulangan ia tidak dapat mengerjakannya. Hasil ulangannya tentu jelek-jelek. Pada waktu menerima rapor nilainya banyak yang merah… .
Kalimat kesimpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …
a. Karena itu, ia tidak naik kelas.
b. Maka, Bastian dijauhi temannya.
c. Jadi, ia sering keluyuran malam
d. Hal itu, menyebabkan ia tidak jera.
e. Perbuatan seperti itu harus dijauhi.
8. Pemerintah mendirikan sekolah sampai ke peloksok. Pusat kesehatan masyarakat diperbanyak. Lapangan kerja baru diciptakan. Pembangunan rumah ibadah dibantu. Memang menjadi tugas pemerintah untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat.
A.S. Broto (ed.)
Ide pokok paragraf tersebut adalah…
a. pendirian sekolah
b. perbanyakan puskesmas
c. penciptaan lapangan kerja
d. peningkatan kesejahtraan rakyat
e. pembangunan rumah ibadah
9. (1) Pemerintah mendirikan sekolah sampai ke peloksok. (2) Pusat kesehatan masyarakat diperbanyak. (3) Lapangan kerja baru diciptakan. (4) Pembangunan rumah ibadah dibantu. (5) Memang menjadi tugas pemerintah untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat.
A.S. Broto (ed.)
Kalimat yang berupa fakta umum terdapat
pada kalimat nomor …
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
10. (1) Pemerintah mendirikan sekolah sampai ke peloksok. (2) Pusat kesehatan masyarakat diperbanyak. (3) Lapangan kerja baru diciptakan. (4) Pembangunan rumah ibadah dibantu. (5) Memang menjadi tugas pemerintah untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat.
A.S. Broto (ed.)
Kalimat yang berupa sebab terdapat
pada kalimat nomor … .
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
Apa itu paragraf deduksi?
Paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat intinya terdapat di awal paragraf.
 (bersambung)

Senin, 07 Oktober 2013

Kalimat Efektif

Pengertian

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

SYARAT KALIMAT EFEKTIF :
a.    Bentukan kata harus sesuai EYD
b.    Struktur kalimat tepat
c.    Kesejajaran
d.    Kontaminasi
e.    Pleonasme
f.    Menggunakan kata baku
g.    Kelogisan
h.    Selalu menggunakan EYD

A.    Bentukan kata
Salah satu penyebab kalimat tidak efektif adalah penggunaan bentukan kata berimbuhan yang tidak tepat.
Contoh:
1.    Anak-anak melempari batu ke dalam sungai.
2.    Guru menugaskan siswanya membuat karangan.
Kalimat-kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan kata berimbuhan yang tidak tepat. Akhiran –i pada kata melempari pada kalimat 1 membutuhkan objek yang bergerak, sedangkan akhiran –kan pada kata menugaskan membutuhkan objek yang diam.
Perbaikannya :
1.    Anak-anak melemparkan batu ke dalam sungai.
2.    Guru menugasi siswanya membuat karangan.

B.    Struktur kalimat
Penyebab lain ketidakefektifan kalimat adalah pemakaian struktur kalimat yang tidak tepat. Misalnya, penempatan subjek dan predikat yang tidak jelas.
Contoh:
1.    Di antara ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat.
2.    Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran.
Kalimat 1 tersebut tidak efektif karena tidak ada subjeknya. Subjek kalimat tersebut terganggu oleh adanya preposisi di. Sementara pada kalimat 2 induk kalimat saya akan mengadakan syukuran terganggu oleh munculnya konjungsi maka.
Perbaikannya :
1.    a. Ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
b. Di antara ketiga anaknya terdapat perbedaan sifat
2. Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran.

C.    Kesejajaran
Kesejajaran berarti kesamaan bentuk kata yang digunakandalam kalimat. Bila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk selanjutnya juga harus kata kerja. Dan seterusnya.
Contoh:
1.    Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2.    Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Perbaikannya :
1.    Tugas para pekerja itu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2.    Kagiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.

D.    Kontaminasi
Dalam bidang bahasa, kontaminasi berarti kerancuan atau kekacauan penggunaan kata, frasa, maupun kalimat.
Contoh:
1.    Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita.
2.    Kita harus mengeyampingkan urusan pribadi kita.
3.    Buku itu sudah dibaca oleh saya.
Pada kalimat 1 dan 2 terdapat kerancuan bentuk kata dipelajarkan dan mengeyampingkan sedangkan pada kalimat 3 terjadi kerancuan bentuk kalimat pasif.
Perbaikannya:
1.    a. Di yayasan itu diajarkan berbagai keterampilan wanita.
       b. Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita.
2. Kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita.
3. Buku itu sudah saya baca.

E.    Pleonasme
Gejala pleonasme berarti menggunakan kata-kata yang berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh:
1.    Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2.    Kesehatannya telah pulih kembali.
3. Para bapak-bapak sedang rapat.
Ketiga kalimat tersebut menggunakan kata yang berlebihan. Pada kalimat 1 kata zaman = waktu = kala, jadi cukup digunakan salah satu saja, sedangkan pada kalimat kedua kata pulih = kembali seperti semula. Kalimat ketiga tanpa menggunakan kata para karena sudah jamak.
Perbaikannya :
1.    Pada zaman dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2.    Kesehatannya telah pulih.
3. Bapak=bapak sedang rapat.

F. Selalu menggunakan kata baku.
    Aktifitas para perawat tidak boleh berlebihan.
Perbaikan:
    Aktivitas para perawat tidak boleh berlebihan.


G.Kelogisan / Logis
    Ledengnya sudah mengalir.
    Perbaikannya:
    Air ledengnya sudah mengalir.


H. Selalu menggunakan EYD
     Agus suprayogi menjadi pasien sejak kemarin.
     Perbaikannya:
     Agus Suprayogi menjadi pasien sejak kemarin.

Selasa, 23 April 2013

Soal Bahasa Indonesia Akper II 2014

01. Cermati paragraf deskripsi berikut!


   Kali kecil di depan rumahku terlihat sangat kotor. Warna airnya hitam pekat dan berminyak. Di pinggir kali, tampak pula tumpukan sampah yang umumnya berupa kantong plastik dan botol plastik bekas. Kotoran-kotoran itu terlihat menghambat lajunya air mengalir atau membuat air tergenang. ...


    Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
    A. Dari genangan air itu, tercium bau busuk yang menyengat hidung.
    B. Ini kesalahan warga setempat yang membuang sampah sembarangan.
    C. Kalau dibiarkan tentunya banjir akan melanda wilayah itu di musim hujan.
    D. Di sinilah perlunya pengadaan petugas kebersihan yang senantiasa bertugas.
    E. Dalam hal ini, bila terjadi banjir, tidak ada yang dapat  disalahkan.

02. Cermati penjelasan berikut!


 Genre sastra Indonesia kering dari penciptaan otobiografi yang berkadar literer. Kebanyakan otobiografi ditulis dengan "Kejutan Politik" beranjak dari visi dan polemik kekuasaan. Namun, Dini selalu mencipta otobiografi yang disebutnya dari "Seri Kenangan" dengan kekuatan style, eksotisme, detail setting, dan kesadaran empati yang memancar dari alamnya. Ini dapat kita telusuri dalam sel;uruh bangun seri kenangan terbarunya, La Grande Borne.


    Kalimat esai yang sesuai  dengan penjelasan tersebut adalah ...
    A. Otobiografi yang muncul kebanyakan otobiografi berbau politik
         dan kekuasaan penguasa, tidak mencipta otobiografi dengan
         kesadaran empati diri sendiri.
    B. Otobiografi selalu mengisahkan kehidupan yang dialami oleh
         seseorang yang kemudian diungkapkan melalui rangkaian cerita
         dalam sebuah tulisan.
    C. Nilai buku otobiografi terletak pada kesederhanaan peristiwa yang
         dimunculkan dan kisah kehidupan yang dialami seseorang.
    D. Otobiografi adalah cerita asli dan tidak diumbui dengan unsur
         politik, peristiwa sehari-hari dalam gaya yang mengekspresikan
         kehidupan.
    E. Kekuatan style, eksotisme, detail setting, dan kesadaran empati dapat
         ditelusuri dalam otobiografi La Grande Borne karya Nh Dini
         "Seri Kenangan".