Senin, 24 Oktober 2016

Karanga Eksposisi

Pengertian
Karangan eksposisi adalah sebuah tulisan yang bertujuan untuk memaparkan, memberi keterangan, atau memberikan penjelasan atau informasi yang sejelas-jelasnya kepada para pembacanya dengan uraian yang akurat dan padat.
Tentu penulis eksposisi adalah seorang yang sudah jelas syukur sudah ahli dalam bidang tertentu sehingga penjelasannya tak diragukan lagi. Misalnya seorang ahli kesehatan menjelaskan tentang penyakit HIV akan lebih jelas daripada penjelasan itu diberikan oleh seorang satpam.

Karakteristik Eksposisi
1. Menjelaskan suatu informasi sejelas-jelasnya agar pembaca mengetahuinya
2. Membahas suatu topik yang benar-benar terjadi (data faktual)
3. Bersifat netral dan tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak pembacanya
4. Menyajikan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
5. Menyatakan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

 

1. Menentukan tema atau topik yang akan dibahas
2. Memilih data-data pendukung yang sesuai dengan tema
3. Membuat kerangka karangan
4. Mengembangkan kerangka menjadi suatu karanagn yang utuh

Dalam membuat karangan eksposisi, penulis harus mengetahui perincian tentang suatu topik yang ingin dibahas, kemudian membagi perincian tersebut berdasarkan urutan kronologisnya. Urutan kronologis dalam membuat karangan eksposisi adalah penjelasan tentang proses terjadinya atau permasalahan yang mucul pada topik, urutan fungsional, analisis sebab-akaibat, dan analisis perbandingan.
Macamnya:
1. Eksposisi Proses 
    Jika mau menjelaskan suatu proses. Misalnya proses memasang infus, proses mengukur tensi pasien. Tentu disebutkan apa saja yang harus disiapakan bahan-bahannya, alat-alatnya baru proses pengerjaannya. Misalnya jelaskan proses memasang kateter pada kaum laki-laki.
2. Eksposisi Definisi
    Jika memperkenalkan sebuah istilah baru, alat baru, dibutuhkan penjelasan dan uraian dari hal-hal yang dibutuhkan secara rinci. Misalnya apa itu obat herbal? Coba jelaskan! Cari infonya. Cari definisinya.
3. Eksposisi Ilustrasi atau Eksposisi Contoh
    Jika memberikan ilustrasi atau contoh sebuah opini. Misalnya bahaya tidak mencuci tangan setelah bepergian. Coba contoh bahayanya apa? Contoh bahaya kalau obat antibiotik tidak dihabiskan.
4. Eksposisi Laporan
    Jika setelah melakukan kegiatan diperlukan laporan. Setelah memeriksa darah, bagaimana hasilnya? Tentu hasilnya dilaporkan kepada yang memerintahkan. Misalnya coba lakukan periksa denyut nadi temanmu dengan teliti. Laporkan kepada temanmu itu berapa jumlah denyut nadinya? Apa artinya semua itu? Cari informasinya jalaskan!
5. Eksposisi Klasifikasi Pembagian
    Jika kita sedang dihadapkan objek yang banyak. Tentu kita akan menjelaskan secara terperinci dan detail. Penguraiannya dilakukan pembagian. Misalnya pasien yang datang ada 35 orang. Berapa yang laki-laki dan berapa yang perempuan? Berapa yang usia balita, remaja dan manula? Berapa yang sakit luar dan berapa yang sakit dalam dan berapa yang tidak sakit? Dan sebagainya dapat dicoba temanmu ini anggap pasien. Silakan dikelompokkan.
6. Eksposisi Perbandingan dan Pertentangan
    Jika ada objek yang hampir sama. Misalnya sabun cair dan sabun padat, obat bebas dan obat terbatas, penyakit dalam dan penyakit luar. Hal ini dapat dibandingkan artinya dicari persamaannya. Kalau dipertentangkan dicari perbedaannya.

Coba contoh di bawah ini termasuk jenis eksposisi yang mana?
Contoh 1
Diabetes atau sering disebut dengan penyakit kencing manis atau gula darah merupakan pembunuh nomor dua yang mematikan setelah penyakit jantung di Indonesia. Diabetes disebabkan akibat kurangnya insulin, zat yang dihasilkan oleh pankreas untuk mengubah zat gula darah (glukosa) menjadi energi. Hal ini membuat kadar glukosa di dalam tubuh meningkat dan menumpuk di dalam darah, keadaan ini disebut juga dengan Hiperglikemia. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit diabetes ini, yaitu faktor keturunan, virus, usia, kadar lemak, dan perilaku pasif.
Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan dengan penanganan medis apapun, tetapi penyakit ini bisa dikontrol, yaitu dengan membatasi kadar gula yang masuk ke dalam tubuh. Agar dapat mengontrol atau bahkan menghindari penyakit diabetes, ketahuilah beberapa gejala-gejala awal penyakit diabetes berikut ini:

1. Sering membuang air kecil

Pengidap diabetes akan mengalami  keseringan buang air kecil.  Hal ini terjadi akibat kelebihan glukosa yang ada di dalam darah memacu  ginjal untuk membersihkan darah terus-menerus sehingga penderita  menjadi lebih sering buang air kecil dan dalam jumlah yang banyak. Gejala yang sering dialami juga yaitu mengompol , terutama jika sebelumnya tak pernah mengompol.

2. Sering merasa haus

Akibat dari buang air kecil secara terus menerus ini, tubuh penderita diabetes akan mengalami kekurangan cairan sehingga membuat mereka menjadi gampang haus.

3. Berat badan menurun

Berat badan penderita diabetes akan mengalami penurunan karena  tubuh tidak bisa memproses glukosa menjadi energi sehinggga akan memecah otot dan cadangan lemak di dalam tubuh untuk digunakan sebagai energi bagi sel-sel yang lapar. Oleh karena lemak yang tersimpan digunakan terus-menerus, tubuh akan kehilangan beratnya secara berkala.

4. Sering merasa lelah

Akibat dari ketidak mampuan dalam memproses energy, membuat para penderita mudah merasa lelah dalam menjalankan aktivitasnya.

5. Sering kesemutan

Para penderita biasanya mengalami gejala kesemutan yang terjadi akibat rusaknya pembuluh darah, sehingga darah yang mengalir di ujung–ujung saraf pun menjadi berkurang.

6. Penyembuhan luka yang sulit

Efek lain dari rusaknya pembuluh darah menyebabkan zat penutup luka yang ada di dalam darah menjadi berkurang, akibatnya luka yang awalnya kecil dapat membesar menjadi borok dan bahkan membusuk. Jika sudah sampai tahap ini, penderita dianjurkan untuk melakukan amputasi untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada tubuh.

Gejalan-gejala di atas dapat dirasakan oleh semua penderita diabetes. Oleh kerena itu, jika sudah merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas, segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk memastikannya. 

Ada bebrapa tipe penyakit diabetes yang sering terjadi, diantaranya adalah diabetes tipe satu dan tipe dua. Untuk diabetes tipe satu, penyakit ini tidak bisa dicegah dikarenakan merupakan faktor keturunan, sedangkan diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut:

1. Makan makanan sehat dengan rendah kalori dan lemak .
2. Sering melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga dengan teratur. 
3. Menjaga berat badan agar selalu ideal.

Gaya hidup sehat sangatlah penting untu diterapkan di dalam kehidupan kita sehari karena selain bisa menghindari penyakit diabetes tipe 2, gaya hidup sehat juga bisa mencegah penyakit-penyakit bahaya lainnya yang tengah mengintai.

Contoh 2
Oksigen yang kita hirup ini merupakan hasil dari proses photosynthesis pada tumbuhan. Proses ini terjadi di dalam daun. Pertama-tama tumbuhan akan mengumpulkan 3 bahan utama dalam proses ini yaitu, karbon dioksida (CO2), sinar matahari dan air. Karbon dioksida (CO2) di udara bebas diserap melalui stomata yaitu alat pernafasan tumbuhan di daun, sinar matahari diserap oleh chlorophyll, zat hijau daun dan air diangkut dari dalam akar menuju daun oleh pembuluh xylem. Setelah semua bahan terkumpul barulah proses ini dimulai. Air (H2O) dan Karbon dioksida (CO2) akan dipecah oleh bantuan sinar matahari sehingga menghasilkan glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2). Glukosa inilah yang dipakai oleh tumbuhan sebagai makanan mereka sedangkan oksigen dilepaskan kembali ke udara. 

Contoh 3
Organisasi membutuhkan kerjasama yang kuat agar bisa berjalan dengan baik. Seperti layaknya sebuah mobil yang bergerak dikarenakan mesin mobil dan komponen-komponen lainnya yang berkerjasama. Organisasi juga membutuhkan komponen-komponen seperti ketua organisasi, wakil ketua, sekretaris, bendahara, humas dan anggota kelompok. Mereka inilah yang menggerakkan organisasi. Seperti pada sebuah mobil jika satu saja tidak ada atau rusak, akan menghambat jalannya mobil bahkan tidak bisa jalan sama sekali. Begitu pula dengan organisasi, semua pihak memiliki fungsi dan tugas tertentu yang akan menggangu jalannya organisasi jika salah satu dari mereka tidak ada atau tidak bekerja. Bahkan bagian yang paling kecil seperti anggota pun sangat penting kedudukannya di dalam organisasi.

Contoh 4

Senin, 17 Oktober 2016

Kisi-kisi UTS

Kisi-kisi UTS I Bahasa Indonesia Tingkat I Akper Yakpermas 
I.                   Tes Objektif (Skor 60)
No
Materi
Indikator
1
menulis paragraf
Disediakan bacaan mahasiswa menentukan ide pokok paragraf
2

Disediakan bacaan mahasiswa menentukan kalimat utama
3

Disediakan bacaan mahasiswa menentukan penyebab
4

Disediakan bacaan mahasiswa menentukan cara berpikir
5

Disediakan bacaan mahasiswa menentukan kalimat yang tidak sesuai
6

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan isi bacaan
7

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan kesimpulan
8

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan pola pikir
9

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan cara awal
10

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan bukan penyebab
11

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan cara terbaik
12

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan ide pokok
13

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan penalaran
14

Disediakan paragraf mahasiswa menentukan kalimat utama
15

Mahasiswa dapat memilih penulisan yang baku dan tidak baku
16

Mahasiswa dapat memilih pengertian istilah yang benar
17

Mahasiswa dapat menentukan kalimat yang berupa fakta
18

Mahasiswa dapat menentukan siapa yang dituju
19

Mahasiswa dapat menentukan tujuan penulis
20

Mahasiswa dapat menentukan penulisan judul yang benar
21

Mahasiswa dapat menentukan kalimat yang tidak sesuai
22
Kedudukan dan fungsi bahasa
Mahasiswa dapat menentukan fungsi bahasa
23

Mahasiswa dapat menentukan kedudukan bahasa sebagai bahasa Negara
24

Mahasiswa dapat menentukan fungsi bahasa sebagai bahasa persatuan
25

Mahasiswa dapat  menjunjung bahasa persatuan
26

Mahasiswa dapat menentukan kedudukan bahasa
27

Mahasiswa dapat menentukan sebagai bahasa ibu
28

Mahasiswa dapat menentukan fungsi bahasa
29

Mahasiswa dapat menentukan bahasa sebagai alat ekspresi
30
Bahasa baku
Mahasiswa dapat menentukan penulisan yang baku
31

Mahasiswa dapat menentukan penulisan kalimat yang benar
32

Mahasiswa dapat menentukan penulisan huruf capital
33

Mahasiswa dapat menentukan penulisan kalimat yang benar dan salah
34
Penalaran
Mahasiswa dapat menentukan arti induksi
35

Mahasiswa dapat menentukan skemanya
36

Mahasiswa dapat menentukan jenis penalaran
37

Mahasiswa dapat menentukan penalaran deduksi
38

Mahasiswa dapat menentukan deduksi
39

Mahasiswa dapat menentukan kalimat yang benar
40

Mahasiswa dapat menentukan  paragraf induksi

41

Mahasiswa dapat menentukan jenis  paragraf
42

Mahasiswa dapat menentukan penalaran
43

Mahasiswa dapat menentukan penalaran
44

Mahasiswa dapat menentukan jenis  paragraf
45

Mahasiswa dapat menentukan jenis  paragraf
46

Mahasiswa dapat menentukan jenis penalaran
47

Mahasiswa dapat menentukan penalaran
48

Mahasiswa dapat menentukan penggunaan penalaran
49

Mahasiswa dapat menentukan jenis  paragraf
50

Mahasiswa dapat menentukan penggunaan penalaran
51

Mahasiswa dapat menentukan kesimpulan
52

Mahasiswa dapat menentukan objek
53

Mahasiswa dapat menentukan jenis  paragraf
54

Mahasiswa dapat menentukan penyebab
55

Mahasiswa dapat menentukan penalaran
56

Mahasiswa dapat menentukan penalaran
57

Mahasiswa dapat menentukan penalaran
58

Mahasiswa dapat menentukan penalaran
59

Mahasiswa dapat menentukan kata umum
60

Mahasiswa dapat menentukan jenis  paragraf


II. Mahasiswa membuat artikel bertemakan kesehatan. (Skor 40)

Kamis, 06 Oktober 2016

Paragraf Induktif

Pengertian
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Tentu saja sebelum kalimat utama paragraf ini diawali oleh kalimat-kalimat penjelas.

Misalnya saja:

     Tumbuhan membutuhkan makanan berupa pupuk untuk hidup dan berkembang biak. (1) Binatang pun demikian. (2) Binatang juga membutuhkan makanan kebiasaannya entah rumput atau binatang lain untuk tumbuh dan berkembang. (3) Apalagi manusia. (4) Manusia tentu membutuhkan makanan setiap hari untuk tumbuh dan berkembang. (5) Dengan demikian semua makhluk hidup membutuhkan makanan untuk hidup dan berkembang. (6)

Kalau kita perhatikan kalimat 1 sampai dengan kalimat 5 adalah kalimat penjelas. Sedangkan kalimat nomor 6 kalimat utama. Nah paragraf yang demikian ini disebut paragraf INDUKTIF.

Paragraf Deduktif

     Setiap paragraf mestinya hanya terdiri dari satu kalimat utama. Selain kalimat utama ada kaliat penjelas. Kalimat utama dapat ditulis di awal paragraf atau ditulis di akhir paragraf. Jika kalimat utamanya di awal paragraf, paragraf tersebut adalah paragraf deduktif. Jika kalimat utamanya di akhir paragraf, paragraf tersebut adalah paragraf induktif.
     Contoh paragraf deduktif.
     Semua pasien seharusnya mengikuti petunjuk paramedis. Ahlan seorang pasien. Jadi Ahlan seharusnya mengikuti petunjuk paramedis.
     Semua dokter yang praktik harus mempunyai izin praktik. Gunawan adalah dokter yang praktik. Gunawan harus mempunyai izin para medis.
     Contoh tersebut disebut silogisme.
     Rumusnya :
     Premis Umum (PU): Semua A = B
     Premis Khusus(PK) : C = A
     Kesimpulan (K)       : C = B
Silogisme ini dapat disingkat (Entimen) dengan rumus : C = B karena C = A
    Ahlan seharusnya mengikuti petunjuk paramedis karena ia pasien.
    Gunawan harus mempunyai izin karena Gunawan adalah dokter yang praktik.
Paragraf silogisme negatif dengan rumus
     Premis Umum (PU): Semua A # B
     Premis Khusus(PK) : C = A
     Kesimpulan (K)       : C # B

Contoh :
     PU: Semua dokter tak boleh malpraktik.
     PK: Gunawan adalah dokter.
     K   : Gunawan tidak boleh malpraktik.

 Premis Umum (PU): Semua   A = B
     Premis Khusus(PK) : C # A
     Kesimpulan (K)       : C # B

Contoh:
     PU: Semua dokter harus berijazah kedokteran.
     PK: Ahlan bukan dokter.
     K : Ahlan tidak harus berijazah dokter.

Soal Latihan:
1. PU: Semua karyawan harus berdisiplin.
    PK: Wanti karyawan.
    K: ...
    Kesimpulan yang benar dari silogisme di atas adalah ...
    A. Karyawan  harus disiplin.
    B. Wanti menjadi karyawan.
    C. Wanti karyawan yang disiplin.
    D. Wanti harus disiplin.
    E. Karayawan Wanti berdisiplin.

2. PU: ...
    PK: Sarahwati adalah mahasiswa AKPER.
    K: Sarahwati harus berusaha menguasai ilmu kesehatan.
     PU yang benar dari silogisme di atas adalah ...
    A. Sarawati adalah mahasiswa yang harus menguasai ilmu kesehatan.
    B. Semua mahasiswa AKPER harus berusaha menguasai ilmu kesehatan.
    C. Semua mahasiswa pasti menguasai ilmu kesehatan.
    D. Mahasiswa harus menguasai ilmu kesehatan.
    E. Semua mahasiswa harus semangat belajar ilmu kesehatan.

3. PU: Semua obat harus diberikan sesuai dosis.
    PK: Nasi bukan obat.
    K: ...
    Kesimpulannya adalah ...
    A. Nasi tidak harus diberikan sesuai dosis.
    B. Nasi harus diberikan sesuai dosis.
    C. Nasi bisa menjadi obat lapar.
    D. Obat bisa diganti menjadi nasi.
    E. Nasi dapat diberikan untuk obat.

4. PU: Semua perawat harus ramah terhadap siapa saja.
    PK: ...
    K: Ika harus ramah terhadap siapa saja.
    PK di atas yang benar adalah ...
    A. Ika harus ramah terhadap pasien.
    B. Ika harus menjadi perawat yang ramah.
    C. Ika adalah perawat.
    D. Perawat memang harus ramah di mana saja.
    E. Perawat tidak harus ramah kalau marah.

Rabu, 05 Oktober 2016

Kiat Mengajarkan Peribahasa


Oleh Drs. Pratomo Hadi P.*

      Haim G Ginott mengatakan, “Teachers are expected to reach unattainable goals with inadequate tools. The miracle is that at times they accomplish this impossible task. “(Para guru diharapkan untuk menggapai tujuan yang tak terjangkau dengan peralatan yang tidak memadai. Keajaiban yang terjadi ketika mereka mampu menyelesaikan tugas yang mustahil.
      Begitu juga sebagai guru mata pelajaran harus dapat mengajarkan kepada para murid apapun keadaan sekolah, keadaan peralatan dan keadaan yang ada. Guru dituntut harus mencapat tujuan mencerdaskan anak bangsa, tidak hanya itu menyejahterakan anak bangsa dengan cara belajar yang baik dan beretika. Salah satu tugas guru bahasa Indonesia harus dapat mengajarkan peribahasa dengan peralatan seadanya. Hal ini merupakan hal yang gampang-gampang susah. Gampang kalau sudah tahu caranya. Menjadi susah karena siswa kurang tertarik dan tak tahu sama sekali. Padahal peribahasa itu harus dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.  Untuk mendalami materi ini siswa harus diajak mendalami pengertian peribahasa. Peribahasa itu apa si? Baru setelah itu guru memilih menggunakan metode dan media apa? Guru sudah mempersiapkan lebih dahulu.
     Arti peribahasa adalah 1). kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu ( yang termasuk peribahasa adalah bidal, ungkapan, perumpamaan) 2). Ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan  tingkah laku. (KBBI)
Bidal adalah peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, peringatan sidiran dsb.
Pepatah artinya peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua-tua (biasa dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara) Seperti : Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya  orang  yang tidak berilmu banyak bualnya.
Perumpamaan artinya perbandingan, ibarat. Misalnya: Masak ibumu diumpamakan parasit, keterlaluan perumpamaan itu.  Peribahasa yang berupa perbandingan misalnya: Bagai anak ayam kehilangan induknya.
   Dalam mengajarkan peribahasa ini guru mau manual atau mau menggunakan komputer? Kalau manual guru mencari gambar-gambar yang ada hubungannya dengan peribahasa. Gambar katak, gambar udang, ikan, daun alas dan sebagainya. Gambar itu dimasukkan dalam amplop. Satu amplop disediakan 15 gambar.  Nah setelah menemukan gambar-gambar itu anak diminta mendiskusikan dalam kelompok untuk mencari peribahasa sesuai dengan gambar yang disediakan. Perintahnya, buatlah 15 peribahasa!
   Jika menggunakan komputer, guru menyiapkan power point. Isinya foto-foto sesuai atau gambar baraang atau gambar perilaku yang bisa disusun menjadi peribahasa.
Misalnya: gambar murid. Tampilkan gambar murid yang sedang dihukum supaya merokok.  Ini hukuman kurang mendidik. Benar-benar dapat mengakibatkan kematian.


Gambar dihukum karena ketahuan merokok.

Coba anak-anak carikan peribahasa yang sesuai dengan gambar di atas? Apa artinya?
Kemungkinannya:
  1. Guru kencing berdiri murid kencing berlari. Maksudnya, apabila guru, orangtua, pemuka agama, pejabat pemerintah memberi contoh yang tidak baik, murid atau anak akan menirukan yang lebih tidak baik lagi.  Kalau orangtuanya melakukan hal yang tidak baik, anak akan mudah sekali menirukan perbuatan tersebut.
  2. Anak polah bapa kepradah. Artinya, apabila anak bertingkah laku kurang baik bapaklah yang yang direpotkan, bapaklah yang menanggung malu, menanggung membiayai dan sebagainya.
  3. Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam. Artinya, sesuatu hal yang tak dapat dirasakan. Tetapi siswa-siswa ini dapat merasakan enaknya rokok tetapi tidak enaknya hukuman. Sebagai orangtua tentu kita mengajak siswa tidak merokok karena sebenarnya hanya sia-sia membuang asap yang tak dapat ditangkap atau digenggam.
  4. Api dalam sekam. Artinya, hal-hal yang tidak baik dan tidak tampak akan semakin membahayakan. Ya misalnya merokok, minum miras, mencontek itu hal-hal yang tidak tampak tetapi sangat membahayakan kesehatan tubuh dan jiwa kita.
  5. Bagai anak ayam kehilangan induk. Artinya, bercerai -berai karena kehilangan tumpuan.  Siswa merokok itu mungkin menirukan orang-orang di sekitarnya. Karena memang keadaan masyarakat di sekitarnya masih mengenal merokok dan tak ada orang yang dapat diteladani. Sangat jarang orang dewasa laki-laki tidak merokok.
  6. Bagai api dengan asap. Artinya, tak dapat dipisahkan. Merokok pasti menghasilkan asap. Perbuatan ini ada sebab pasti ada juga akibatnya. Perbuatan yang kurang baik tentu akan mendatangkan juga mala petaka.
  7. Bagai musang berbulu ayam. Artinya, orang jahat bertingkahlaku sebagai orang baik. Kita pun kadang baik di hadapan orangtua, namun diam-diam melakukan hal tidak baik. Nah siswa itu pun juga kemungkinan diam-diam merokok sehingga dihukum oleh gurunya spaya merokok yang banyak biar puas. Namun hukuman ini kurang mendidik.
  8. Bagai telur di ujung tanduk. Artinya, terancam bahaya. Anak-anak demikian ini berisiko. Merokok ini dapat mengakibatkan sakit paru-paru pada perokok aktif maupun perokok pasif.
  9. Belum bertaji hendak berkokok. Artinya belum berilmu sudah menyombongkan diri. Kadang merokok ingin mempertontonkan kehebatannya. Namun sayangnya belum bisa menncari sendiri. Uang saja masih minta orangtua. Biasanya orangtua bilang nanti kalau sudah bisa mencari sendiri ya boleh merokok. Tapi pengaruhnya ditanggung sindiri.
  10. Bermain air basah, bermain api hangus. Artinya, setiap pekerjaan ada  susahnya. Mereka perokok ini bermain api karena menggunakan api. Perbuatan ini pasti ada risikonya.
  11. Di mana kayu bengkok, di situ musang mengintai. Artinya, orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan musuhnya. Anak-anak itu masih rentan mudah lengah mudah dimanfaatkan oleh yang lain untuk melakukan hal-hal yang  kurang baik.
  12. Merokok membunuhmu. Artinya, jika kamu suka merokok, dapat mengakibatkan kematian.
Gambar kedua:

Gambar apa anak-anak? Tentu gambar para siswa memberi salam kepada bapak ibu guru sebelum masuk kelas.
Peribahasa apa yang sesuai dengan gambar di atas? Apa artinya?
Kemungkinannya:
  1. Ada ubi ada balas. Artinya, ada budi ada balas. Seorang guru berbuat baik, sopan kepada anak didiknya walaupun tidak minta balasan, namun sebagai anak tentu akan mengingat kebaikan guru tersebut.
  2. Adat muda menanggung rindu adat tua menahan ragam. Artinya, orang muda harus sabar dalam meraih cita-cita.  Sebagai pelajar kan masih muda ya belajar dari yang tua gurunya tentu sudah lebih banyak pengetahuannya.
  3. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya sifat-sifat anak biasanya menurun dari orangtua yang mengajarkannya. Kalau orangtua tidak mengajarkan karena keterbatasan, ya menurun dari guru yang mengajarkan. Karena itu guru harus belajar supaya tidak kalah dengan yang diajarkan. Ada istilah dalam bahasa Jawa, Kebo nusu gudel. Artinya orang tua malahan berguru kepada yang muda. Hal ini saat ini sangat mungkin terjadi ketika orangtua belajar tentang elektronik. Orangtua belajar menggunakan HP misalnya, belajar dari anaknya.
  4. Air jernih ikannya jinak. Artinya negeri yang serba teratur dengan penduduknya akan serba baik pula budi bahasanya. Tentu situasi di sekolah harusnya jernih, tenang, nyaman, terkendali, aman, bersih sehingga warga sekolah akan mudah belajar menjadi baik budi bahasanya.
  5. Bahasa menunjukkan bangsa. Artinya, budi bahasa atau tutur kata menjunjukkan sifat atau tabiatnya. Guru dan siswa tentu menggunakan bahasa yang sopan, beretika supaya anak-anak ini menjadi bangsa yang baik pula perilakunya tidak pernah malak dan tak pernah curang.
  6. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Artinya, bersama-sama dalam suka dan duka, baik buruk sama ditanggungnya. Maksudnya guru dan guru, guru dan murid, murid dan murid bekerja sama dalam belajar bersama alias kompak. Mereka suka, suka bersama. Mereka duka, duka bersama. Ada pekerjaan ya kerjakan bersama. Tetapi kalau ulangan atau ujian tak boleh kerja sama.
  7. Berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi . Artinya, belajarlah sungguh-sungguh jangan tangung-tangung. Para siswa dengan didampingi guru belajarlah yang serius jangan hanya pura-pura. Kalau belajarnya hanya pura-pura akibatnya ya tidak akan berhasil atau tidak naik kelas atau mungkin tidak lulus ujian.
  8. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, kita harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan yang kita tinggali. Kita tidak boleh melawan adat di sekitar tempat tinggal kita. Adat bangsa Indonesia ini sudah dilaksanakan turun-temurun dan teruji kerukunan dan kemakmurannya. Janganlah dikacaukan oleh pengarus-pegaruh yang negatif.
  9. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai. Artinya, orang yang hidup hemat akan kaya, orang yang rajin belajar akan pandai. Nah itu kunci kesuksesan orang belajar. Kalau rajin belajar ya akan sukses seperti orang yang rajin menabung ya akan kaya.
  10. Malu bertanya, sesat di jalan. Artinya, kalau tidak mau berikhtiar tidak akan mendapatkan kemajuan. Jangan malu bertanya karena orang bertanya itu sebuah ikhtiar atau usaha ingin tahu. Guru juga nggak boleh marah kalau ada murid yang bertanya.

Itu tadi sekelumit kiat mengajarkan peribahasa di kalangan para siswa SMP atau SLTA. Semoga pengetahuan sekelumit ini dapat menjadi masukan berharga bagi guru-guru bahasa Indonesia. Dengan demikian kita berharap generasi berikut gemar menggunakan peribahasa  sebagai alat berkomunikasi.(*Guru DPK di SMA Santo Agustinus Purbalingga dan di SMAN 1 Padamara dan mengajar di AKPER YAKPERMAS).